Pengenalan Bahasa Pemrograman PHP

Dipublikasikan oleh Muhammad Zen pada

PHP
Materi PHP

Halo teman-teman semua. apa kabar?. semoga dalam keadaan sehat dan bahagia. Kali ini kita akan membahas pengenalan bahasa pemrograman PHP. Jika kamu belum mengikuti materi sebelumnya, silahkan kunjungi halamanĀ kursus.

Sejarah PHP

Bahasa pemrograman ini pertama kali dibuat oleh Rasmus Lerdorf pada tahun 1995. Pada awalnya php merupakan singkatan dari Personal Home Page. Namum sekarang php dikenal singkatan dari Hypertext Prepocessor. PHP banyak digunakan untuk membuat web dinamis.

Server Side Programming

Php dikenal sebagai bahasa pemrograman yang berjalan di server. Artinya kode program di jalankan di server. Siapa yang dimaksud dengan server disini?. Server disini ialah apache contohnya. Yang bisa di instal dilokal komputer kita. Namun sebenarnya letaknya di bagian komputer server pada sebuah jaringan komputer.

Untuk belajar php disarankan kamu menggunakan paket xampp. Mengapa menggunakan paket xampp?. Karena di dalamnya ada paket lain. Seperti mysql untuk database.

Sedikit berbagi pengalaman saya. Ketika baru belajar php saat masih kuliah. Dimana saya memiliki dasar pemrograman visual basic. Pada php saya tidak menemukan event. kendala bagi saya pada saat itu adalah cara mengoper data.

Kita tahu, dengan event sangat mudah memindahkan data. Jika kamu tidak mengerti event. Event adalah kejadian kode program dijalankan. Seperti diklick, dienter, mouse hover dll.

Php menjalankan kode programnya hanya ketika permintaan dikirimkan. Permintaan tersebut berupa pengiriman alamat url yang membuat perpidahan halaman atau loading.

Namun seiring berjalannya waktu kita akan terbiasa dengan gaya pemrograman server ini. Kuncinya kamu harus dapat mengumpulkan data yang kamu perlukan.

Proses Menjalankan Kode PHP

Berikut ini adalah contoh permintaan dari klien atau web browser.

  • Saat mengisi alamat url atau mengklik link.
  • Saat submit form.

Saat pengiriman permintaan tersebut kode php dijalankan di server. Ingat ya di server. bukan dikomputer kita (untuk yang tidak diinstall lokal). Setelah kode dijalankan tentu ada hasil dari eksekusi kode tersebut. Hasil tersebut kemudian dikirimkan kembali ke klien. Istilahnya direspon oleh server. Klien yang mengambil respon dari server tersebut tentu saja web browser. Proses ini kita kenal sebagai loading di web browser kita.

Jadi proses php hanya bisa seperti itu. Artinya jika kamu ingin memindah-mindahkan data. Kamu harus berurusan dengan server atau loading dulu.

Tag Buka dan Tutup PHP

Sampai disini saya anggap kamu sudah menginstall xampp. Sebelum menggunakan perintah atau kode php. kita diharuskan menggunakan tag buka dan tutup php. Kemudian buat sebuah folder bernama bwm atau yang lain dalam folder htdocs. Langsung saja kita lihat kode program php tersebut.

<?php
  //kode di sini
?>

Setiap kode php harus dituliskan di dalam tag buka dan tutupnya. jika tidak tentu saja akan error.

Gaya Penulisan Kode PHP

Ada dua gaya penulias kode pada php dalam sebuah file yaitu:

  1. PHP murni
  2. Embed PHP

Yang saya maksud dengan php murni disini adalah kode php tidak bercampur dengan kode-kode lain. sehingga hanya memerlukan satu tag buka dan tutup php saja. Bahkan tag tutupnya tidak perlu.

Sedangkan pada Embed php. Kode php menyisip didalam kode lain seperti html. Disini kita harus menuliskan tag buka dan tutup setiap kali kode php dituliskan.

Berikut contoh kode php murni.

<?php
 echo "Halo admin belajar web medan";
?>

Sedangkan untuk embed php sebagai berikut.

<h1>
  <?php
   echo "PHP";
  ?>
</h1>
<p>
  <?php
   echo "PHP merupakan singkatan dari Hypertext Preprocessor";
  ?>
</p>

Jika server menemukan kode html. Maka kode tersebut dikembalikan begitu saja kepada klien. Jadi yang diproses hanya kode php nya.

Penulihan kode seperti ini sebenarnya kurang bersih. Oleh sebab itu ada konsep yang di kenal dengan MVC. Tujuannya tidak lain untuk membuat kode semakin bersih.

Perintah mencetak di php

Sekarang kita akan membahas perintah mencetak pada php. Perintah yang digunakan adalah echo. Kamu dapat melihat contohnya pada kode-kode di atas. Berikut ini hal-hal yang dapat dilakukan echo.

  • mencetak string (echo “<b>halo dunia</b>”;)
  • mencetak nilai variabel (echo $hasil;)

Ingat, saat mencetak string kamu juga bisa mencetak kode html. Sedangkan untuk mencetak nilai dari variabel. Kamu tidak perlu menuliskan kutip dua (“).

Akhir perintah PHP

Perintah atau kode php harus diakhiri dengan titik koma (;). jadi setiap perintah atau kode php selesai. misalnya echo maka harus diakhiri titik koma.

Latihan

Buatlah sebuah artikel menggunakan kode php di dalamnya.

Penutup

Sekian untuk materi kali ini. Jika kamu ingin kursus secara langsung, kami membuka kelas baru. Silahkan hubungi kontak kami di menu.


0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *